, ,

Tipe Penyakit Diabetes Melitus dan Pengobatannya

Kenali Penyakit Diabetes Melitus tipe 2, Tipe-Tipenya, Penyebab, Gejala, Pengobatan serta Pencegahannya. Sebagian besar penderita penyakit diabetes melitus atau kencing manis beranggapan bahwa penyakit yang mereka derita disebabkan oleh faktor genetik. Kenyataannya, tak hanya faktor genetik saja yang menyebabkan seseorang menderita sakit diabetes melitus ini. Masih ada faktor lainnya yang tak kalah penting dan menjadi penyebab penyakit ini. Diabetes melitus adalah keadaan kesehatan yang mempengaruhi penggunaan gula dalam darah atau glukosa. Diabetes melitus ini menunjukkan bahwa tubuh mempunyai glukosa yang terlalu banyak.

Tipe-Tipe Penyakit Diabetes Melitus

Diabetes melitus dibedakan ke dalam empat tipe. Dengan mengetahui keempat tipe ini, penderita diabetes melitus atau mereka yang beresiko terkena diabetes melitus bisa mengenali karakter penyakit ini.

1. Tipe Pradiabetes

Pada tipe ini, seseorang berada dalam keadaan berpotensi besar terkena sakit diabetes melitus. Tipe pradiabetes ini ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi melebihi kadar gula darah normal. Namun kadar gula darah yang tinggi ini belum menunjukkan ciri khas sakit diabetes melitus. Selain berpotensi menjadi diabetes melitus, seseorang yang memiliki gula darah juga berpotensi terkena penyakit jantung.

2. Tipe Gestational

Tipe ini biasanya diderita oleh kaum wanita yang sedang mengandung. Tipe gestational ini ditunjukkan dengan kadar gula darah yang tinggi selama masa kehamilan. Keadaan ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi hingga masa persalinan tiba, sebab bisa menyebabkan munculnya masalah pernafasan pada bayi dan kelahiran bayi dengan berat badan berlebihan. Tipe gestational ini juga memberi pertanda bahwa wanita yang mengalaminya kelak berpotensi terkena diabetes melitus tipe 2 dalam beberapa tahun ke depan.

3. Tipe 1 atau IDDM ( Insulin Dependent Diabetes Mellitus)

Diabetes melitus tipe 1 ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel-sel beta pankreas yang berfungsi menghasilkan insulin.

4. Tipe 2 atau NIDDM (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus)

Diabetes melitus tipe 2 ini paling sering ditemukan di tengah masyarakat. Tipe ini terjadi ketika tubuh mengalami resistensi insulin. Tubuh yang menolak insulin menyebabkan glukosa tetap berada di dalam darah.

Penyebab Penyakit Diabetes

Pada tipe diabetes gestational, penyebab terjadinya penyakit ini dikarenakan adanya perubahan hormon di dalam tubuh wanita yang sedang hamil. Selain perubahan hormon, terjadi pula perubahan berat badan seiring perkembangan janin. Nah pada sebagian ibu hamil, keadaan ini membuat tubuh sulit bersaing mendapatkan kebutuhan insulin yang diperlukannya. Akibatnya tubuh tak memperoleh energi dari makanan yang dikonsumsi.

Sedangkan pada diabetes melitus tipe 1 penyebabnya adalah keadaan tubuh yang tidak bisa memproduksi insulin. Keadaan ini bisa terjadi pada anak-anak dan juga orang dewasa sebelum memasuki usia 30 tahun. Karena tubuh tidak bisa menghasilkan insulin, maka dibutuhkan insulin pendukung dari luar yakni dari makanan yang sehat, suntikan insulin, dan beberapa cara lainnya.

Sementara itu pada diabetes melitus tipe 2, penyebabnya adalah insulin yang diproduksi tubuh tidak mampu melakukan fungsinya sehingga glukosa tidak bisa masuk ke sel. Jumlah insulin yang diproduksi oleh tubuh pun dari waktu ke waktu semakin menurun jumlahnya. Diabetes tipe 2 ini memang dipengaruhi oleh faktor genetik. Tetapi sebenarnya gaya hidup yang tidak sehatlah yang membuat munculnya penyakit ini. Selain itu, berat badan yang berlebihan juga berpotensi memunculkan penyakit ini. Mereka yang memiliki faktor genetik yang kuat untuk menderita diabetes melitus tipe 2 jika menerapkan pola hidup yang sehat dengan disiplin tinggi dan menjaga berat badan tubuh tetap ideal, tentu dapat menghindari penyakit ini.

Gejala Penyakit Diabetes

Mereka yang beresiko memiliki penyakit diabetes melitus wajib mengetahui gejala-gejala penyakit ini. Sebab dengan mengenali penyakit ini sejak dini, maka komplikasi yang berbahaya bisa dihindari dan penderitanya memiliki peluang yang lebih besar untuk mengendalikan gula darah.

Nah, beberapa gejala yang menandai penyakit diabetes melitus adalah kulit yang terasa lebih kering, mudah merasa lapar, mudah merasa lemas dan juga lelah, indera penglihatan menjadi kabur, rasa haus yang terasa berlebihan, lebih sering buang air kecil, turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas, kesemutan pada kaki dan tangan, luka yang cenderung lebih lama sembuh dan jika terjadi infeksi maka keadaan infeksi tersebut lebih parah dari infeksi pada umumnya.

Gejala-gejala yang muncul pada penderita diabetes melitus bisa muncul seluruhnya atau sebagian saja. Tetapi ada pula penderita yang tidak merasakan gejala-gejala apapun. Karena itu, mereka yang beresiko tinggi mengalami diabetes melitus hendaknya rajin memeriksa kadar gula dalam darah sehingga sejak dini bisa mengetahui kehadiran penyakit ini.

Pengobatan Diabetes Melitus

Pengobatan yang dilakukan pada setiap tipe penyakit diabetes melitus pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yakni untuk menjaga agar kadar gula dalam darah berada dalam kadar yang normal. Memang untuk menjaga kadar gula normal cukup sulit dilakukan. Karena itu penderita diharapkan paling tidak bisa mengendalikan kadar gula dalam darah sehingga mendekati kadar yang normal.

Pada semua penderita penyakit diabetes melitus, pengobatan yang penting dan sederhana adalah dengan melakukan olahraga secara rutin, diet dan menjaga berat badan tetap ideal. Penderita diabetes melitus tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang manis dalam jumlah yang berlebihan. Selain itu, penderita juga harus mengatur jadwal makan dengan teratur demi menjaga kadar gula darah dan juga berat badan. Penderita diabetes melitus juga sebisa mungkin menghindari luka atau infeksi.

Penderita penyakit diabetes melitus tipe 2 sebaiknya mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung kalium, kalsium, magnesium, serat, vitamin A, vitamin C dan juga vitamin E. Misalnya saja sayuran berwarna hijau, ubi jalar, kacang-kacangan, jeruk, tomat, ikan serta susu dan yoghurt yang bebas dari lemak.

Baca : Makanan Untuk Penderita Diabetes

Pengobatan penyakit diabetes dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu dengan menggunakan tenaga medis atau dengan menggunakan obat-obatan herbal. Diabetes merupakan penyakit yang terjadi saat kondisi gula darah kadarnya tinggi di dalam tubuh sehingga mengganggu metabolisme dalam tubuh manusia dan disebabkan oleh organ pankreas yang tidak mampu menghasilkan insulin sesuai kebutuhan yang dibutuhkan oleh tubuh.

Pengobatan Penyakit Diabetes dengan Tenaga Medis

Diabetes merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi yang dapat membahayakan bagi penderitanya serta dapat berujung pada kematian. Penyakit diabetes dapat menyebabkan komplikasi seperti penyakit ginjal, jantung, hati, dan bahkan penyakit stroke yang berbahaya. Penyakit ini memang ditakuti oleh banyak orang karena dampak yang dimilikinya sehingga pada dasarnya seseorang harus mampu menjaga kesehatan organ pankreasnya agar tidak menyebabkan ketidakmampuan untuk memproduksi insulin.

Gejala yang ditimbulkan merupakan gejala-gejala umum yang biasanya dianggap sepele oleh kebanyakan orang karena gejalanya tidak begitu mengkhawatirkan. Namun pada kenyataannya pengobatan penyakit diabetes secara medis sangat diperlukan untuk mengatasi gejala-gejala tersebut. Pengobatan secara medis biasanya dilakukan dengan cara menyuntikkan insulin pada penderitanya guna memberikan insulin yang dibutuhkan oleh tubuh serta menggunakan obat oral.

Khususnya bagi penderita penyakit diabetes melitus tipe 1, pemberian insulin dilakukan melalui suntikan. Sedangkan pada penderita diabetes melitus tipe 2, obat-obatan baru diberikan jika penderita mengalami kegagalan menurunkan kadar gula dalam darah melalui olahraga dan diet. Beberapa obat yang diberikan antara lain acabose, metformin, dan glibenclamida.

Namun tindakan yang dilakukan oleh tenaga medis tersebut hanya memberi efek penurunan kadar gula darahnya saja.

Pengobatan Penyakit Diabetes dengan Obat Herbal

Terkadang seseorang yang mengalami penyakit diabetes tidak menunjukkan gejala-gejala klasik yang merupakan tanda-tanda awal dari penyakit diabetes namun kadar gula darah dalam tubuh semakin meningkat sehingga perlu mendapat penanganan yang lebih tepat. Selain gejala klasik atau gejala umum yang dimiliki, terkadang seseorang tidak merasakan apapun yang aneh pada tubuhnya sehingga pada suatu waktu tiba-tiba tidak sadarkan diri karena kadar gula di dalam darahnya naik secara drastis dan akan mengakibatkan kematian mendadak.

Baca : Ramuan alami tanaman obat diabetes

Karena pengobatan secara medis hanya memberikan efek yang sementara, maka pengobatan dengan menggunakan obat herbal menjadi pilihan yang paling tepat.

Baca : Obat Herbal Diabetes Paling Ampuh

Ada beberapa macam tanaman yang dapat dijadikan sebagai obat untuk mengatasi penyakit diabetes melitus. Tanaman tersebut diantaranya daun sambiloto dan buah noni yang mampu mengatasi penyakit diabetes secara tuntas sampai ke akarnya. Daun sambiloto memiliki kandungan zat yang mampu menormalkan kadar gula darah pada tubuh seseorang. Selain itu obat herbal yang terbuat dari buah noni pun dapat merupakan pilihan pengobatan penyakit diabetes.

Baca juga : Manfaat Daun sirsak untuk diabetes melitus

Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus

Sebagian ilmuwan di bidang kesehatan meyakini bahwa penyakit diabetes melitus tipe 1 disebabkan oleh faktor gizi saat seseorang masih anak-anak dan juga akibat infeksi virus. Dua keadaan ini diyakini membuat sistem kekebalan pada tubuh menghancurkan sel di pankreas yang bertugas menghasilkan insulin. Karena itu tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko diabetes melitus tipe 1 adalah dengan menjaga kesehatan dan asupan nutrisi sejak kecil. Pastikan anak-anak mendapatkan vaksin atau imunisasi yang wajib didapatkan.

Baca : Gejala dan pencegahan diabetes melitus

Sementara itu penyakit diabetes melitus tipe 2 lebih dipengaruhi oleh pola hidup yang tidak sehat. Karena itu tindakan pencegahannya adalah dengan memperbaiki pola hidup terutama bagi mereka yang memiliki resiko tinggi terkena penyakit ini. Lakukan olahraga secara teratur paling tidak 3x dalam seminggu. Atur pola makan dengan mengkonsumsi makanan-makanan yang sehat seperti buah dan sayuran untuk menjaga tubuh tetap sehat, perut tidak buncit dan berat badan tetap ideal. Dengan pola hidup sehat ini, maka penyakit diabetes melitus tipe 2 bisa dihindari.

Written by Obat Herbal

Obatherbal-murah.com adalah blog informasi kesehatan terutama pengobatan secara alami dan tradisional agar dapat membantu meningkatkan kualitas Kesehatan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan Alergi Gatal

Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan Alergi Gatal

Pantangan Makanan Penderita Asma

Pantangan Makanan Penderita Asma