Sekilas Tentang Penyakit HIV/AIDS

No Comments
Penyakit HIV/AIDS

Penyakit HIV/AIDS – Ketika seseorang mengidap penyakit HIV/AIDS ada perasaan putus asa dalam dirinya. Penolakan oleh sebagian masyarakat yang enggan berinteraksi dengan ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) semakin menambah beban psikis si penderita. Beberapa alasan mengapa sebagian besar orang tidak mau berinteraksi dengan para penderita HIV/AIDS, salah satunya karena mereka takut tertular. Hal ini menunjukkan ketidaktahuan atau keterbatasan informasi bagi mereka yang tidak mengidap penyakit yang menyerang sistem pertahanan tubuh ini.

Apa itu AIDS?

Jangan menolak mereka yang menderita Penyakit HIV/AIDS. Saatnya lebih terbuka dan waspada. AIDS (acquired immune defiency syndrome) atau sindrom kehilangan kekebalan tubuh adalah sekumpulan gejala penyakit yang menyerang tubuh manusia sesudah sistem kekebalannya dirusak oleh virus yang disebut HIV (human immunodeficiency virus). Tubuh kita memiliki sistem kekebalan yang berfungsi melindungi kita dari penyakit apa pun yang menyerang dari luar. Salah satu sel yang bertanggung jawab terhadap imunitas tersebut adalah CD4, fungsinya mengaktifkan sistem kekebalan tubuh, tergantung apakah ada kuman yang harus dilawan.

Pada orang sehat, jumlahnya 500-1.000 sel per millimeter kubik darah. Pada orang yang terinfeksi HIV, jumlahnya terus menurun.

Ada empat cara utama penyebab HIV AIDS di mana HIV ditularkan: melalui kontak seksual tanpa pelindung, berbagi jarum suntik, dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan atau menyusui, dan dari menerima sumbangan cairan yang terinfeksi, jaringan atau organ. Adalah penting untuk memahami bagaimana penyebab HIV AIDS pada orang dan menjadi positif untuk melindungi kesehatan Anda sendiri, serta menghindari kekhawatiran yang tidak perlu tentang perilaku yang tidak menularkan HIV.

Penyebab dan Penularan HIV AIDS

Tidak peduli modus penularan penyebab HIV AIDS , HIV adalah virus yang harus memasuki aliran darah dalam jumlah yang cukup untuk memicu infeksi. Virus HIV ditemukan dalam air mani, darah, cairan vagina, air susu ibu dan cairan tubuh lainnya yang mengandung darah, cairan lain mungkin mengandung HIV, tetapi tidak dalam jumlah yang cukup untuk memicu infeksi (cdc.gov).

1. Kontak Seksual

Hubungan seksual tanpa kondom adalah salah satu cara utama penularan penyebab HIV AIDS. Anal tanpa kondom, vagina dan hubungan terkadang lisan adalah semua perilaku yang membawa risiko penyebab penularan HIV AIDS.

2. Jarum Suntik

Bebagi jarum dengan orang HIV-positif, seperti dalam penggunaan narkoba suntikan, adalah perilaku berisiko tinggi terhadap penyebab HIV AIDS. Mereka yang bekerja di bidang kesehatan kadang-kadang (jarang) terinfeksi ketika tidak sengaja terjebak dengan jarum yang digunakan pada orang yang HIV-positif.

3. Transmission

Ibu HIV-positif dapat penyebab menularkan virus HIV AIDS kepada keturunannya selama kehamilan, persalinan dan menyusui. Wanita hamil dapat sangat mengurangi risiko ini dengan mendapatkan tes diuji, jika mereka HIV-positif, memakai obat antiretroviral yang diresepkan, bersama dengan tidak menyusui dan memastikan untuk memberikan anak-anak mereka obat yang diresepkan untuk mereka setelah lahir. Dokter juga umumnya akan merekomendasikan bahwa perempuan memiliki operasi caesar, untuk mengurangi risiko penularan selama kelahiran.

4. Cairan dan Organ

Hal ini dimungkinkan untuk tertular HIV dari sumbangan terinfeksi darah dan produk darah dan air mani, serta jaringan dan organ. Namun, sebagian besar negara maju telah dieliminasi risiko ini dengan skrining semua virus untuk HIV.

Kesalahpahaman Penyebab dan Penularan HIV AIDS

HIV tidak dapat ditularkan melalui kontak biasa seperti memeluk atau berbagi gelas, melalui menggunakan toilet yang sama atau fasilitas berenang, melalui batuk atau bersin, atau dengan mencium (kecuali ada darah yang terinfeksi yang dapat memasukkan luka terbuka atau saat sakit). HIV tidak ditularkan oleh nyamuk, dan tidak ada bentuk didalam udara.

Pencegahan Penyakit HIV/AIDS

HIV ditularkan melalui tiga jalur, yakni hubungan seksual, transfusi darah dan pemakaian alat-alat yang sudah tercemar HIV seperti jarum suntik dan pisau cukur serta melalui ibu yang hidup dengan HIV kepada janin di kandungannya atau bayi yang disusuinya. Untuk memperkecil risiko tertular HIV melalui hubungan seksual, prinsip paling dasar adalah tidak melakukan hubungan seksual selain dengan istri. Bahasa sederhananya, jangan berhubungan seks dengan pekerja seks komersial. Kondom bukanlah jawaban untuk pencegahan, namun demi mendukung program Badan Kesehatan Dunia dan Pemerintah, lakukan hubungan seks aman dengan menggunakan kondom.

“Untuk ibu dengan Penyakit HIV/AIDS dapat mencegah penularan pada anak dengan program PPTCT (Prevention Parent to Child Transmission). Ibu harus minum obat antiretroviral atau ARV untuk menekan virusnya sebelum kehamilan. Pada saat melahirkan, meski dengan melahirkan normal pun bayi bisa saja tidak tertular, risiko penularan bisa ditekan lagi dengan bedah caesar,” jelas Opik.

Pengobatan Penyakit HIV/AIDS

Saat ini, Penyakit HIV/AIDS ditangani dengan terapi antiretroviral karena HIV adalah retrovirus. ARV tidak membunuh virus, tetapi dapat memperlambat pertumbuhannya. “Terapi dengan ARV berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh sekaligus menekan pertumbuhan virus,” tutur Opik.

Belum ada jawaban pasti, kapan terapi ini harus dimulai. Sebagian dokter akan mempertimbangkan jumlah CD4 dan gejala yang timbul. Menurut pedoman WHO, terapi antiretroviral sebaiknya sudah dimulai sebelum CD4 turun di bawah angka 350. Berdasarkan data terakhir Kementrian Kesehatan Juni 2013, jumlah orang yang terinfeksi HIV di Indonesia adalah 108.600 orang dan jumlah kasus AIDS 43.667, sementara jumlah ODHA yang sedang mendapatkan pengobatan ARV 34.961 orang. Kompas, Senin, 2/12/2013, hal. 39, Rubrik, Ragam Tips Kesehatan.

Bergandengan tangan

Pengobatan medis adalah sebuah keharusan bagi orang yang terinfeksi HIV. Namun di satu sisi, kita tidak boleh mengabaikan kekayaan hasil alam Indonesia yang bisa membantu memperpanjang usia hidup para ODHA. Banyak tanaman dan tumbuhan herbal di Indonesia yang memiliki khasiat membantu para ODHA dalam melawan penyakitnya. Sebut saja buah manggis, ratu segala buah ini memiliki kemampuan dalam membunuh virus HIV. Hasil penelitian laboratorium memang belum ada kesimpulan mengenai hal itu, tetapi pengalaman empirik sudah banyak kisah kesaksian yang sembuh dari HIV dengan minum jus manggis.

Kuncinya dari penanganan penderita HIV/AIDS adalah bagaimana menaikkan secepat mungkin CD4 mereka agar sistem kekebalan tubuhnya kembali normal. Dengan demikian pertumbuhan virus HIV pun terhambat bahkan nol alias non reaktif. Selain manggis, ada daun sirsak yang bisa membantu para penderita Penyakit HIV/AIDS. Testimoni empirik ODHA yang merasa hidup mereka telah kembali setelah minum daun sirsak saudah banyak ditemukan.

Baca : Obat Herbal HIV AIDS Terbaik Khasiatnya

Bukankah para penderita Penyakit HIV/AIDS juga mengidap penyakit dalam yang kronis seperti kanker hati, kanker paruparu, dsbnya. Penyakit-penyakit tersebut di atas datang karena sistem kekebalan tubuh sudah habis. Adalah sebuah pilihan tepat tatkala minum ARV juga minum herbal-herbal dari Indonesia. Mungkinkah jus Amazon Plus dan K-Muricata yang menjadi penolong saudara, ataukah Amazon Berries dan K-Muricata yang menjadi jalan keluar saudara dalam memerangi penyakit ini? Pilihan ada di tangan saudara, tugas kami hanya mengabarkan untuk saudara. Cegah dan obati Penyakit HIV/AIDS dengan herbal dikombinasikan dengan obat medis, bisa!!

Obatherbal-murah.com adalah blog informasi kesehatan terutama pengobatan secara alami dan tradisional agar dapat membantu meningkatkan kualitas Kesehatan masyarakat.

Artikel Yang Lain 

See all posts