, ,

Gejala dan Jenis-jenis Penyakit Thalasemia

Gejala dan Jenis-jenis Penyakit Thalasemia. Penyakit thalasemia masih belum banyak diketahui. Biasanya penyakit ini diturunkan secara genetik. Penyakit thalaseima sendiri merupakan penyakit kelainan darah resesit autosomal. Penyakit ini bersifat genetik karena adanya kerusakan DNA. Kerusakan ini akan menimbulkan ketidakseimbangan pembuatan salah satu dari empat rantai asam amino yang memproduksi sel darah merah. Kerusakan ini akan membuat penderitanya sering mengalami anemia.

Penyebab Penyakit Thalasemia

Penyakit thalasemia diturunkan secara genetis. Diduga enam hingga sepuluh dari seratus orang di Indonesia merupakan pembawa gen dari penyakit ini. Thalasemia akan diturunkan oleh orang tua yang carrier kepada anak-anaknya. Jika kedua orang tidak menderita thalasemia bawaan, maka anaknya tidak mungkin memiliki thalasemia bawaan pada anaknya.

Namun jika salah seorang dari orang tua memiliki thalasemia bawaan maka kemungkinan anaknya menderita thalasemia bawaan tetap ada namun tidak ada kemungkinan terkena thalasemia mayor. Sedangkan jika kedua orang tua menderita thalasemia bawaan maka anaknya mungkin menderita thalasemia bawaan dan mungkin menderita thalasemia mayor.

Gejala dan Jenis-jenis Penyakit Thalasemia

Setidaknya ada tiga jenis thalasemia dari tingka keparahannya, yaitu :

1. Thalasemia Mayor

Gejala dari penyakit thalasemia jenis mayor adalah menderita anemia hemolitik, pembesaran hati dan limpa, perut membuncit, luka terbuka, sakit kuning, batu empedu, pertumbuhan lambat, jantung bekerja berat, pembengkakan tungkai bawah, serta lemas.

2. Thalasemia Minor

Gejala thalasemia minor biasanya adalah bawah lesu, kurang nafsu makan, dan sering infeksi. Gejala ini sering disamakan dengan gejala anemia, padahal berbeda.

3. Thalasemia Intermedia

Kondisi ini bisa menimbulkan pembengkakan limpa namun pasien tidak mengalami gejala separah thalasemia mayor.

Ada beberapa cara untuk mencegah dan mengobati penyakit thalasemia. Untuk mencegah seorang anak terkena thalasemia, maka kita perlu mencari pasangan dengan kandungan darah normal, jika kita merupakan pembawa thalasemia bawaan. Jika sepasang orang tua sudah merupakan pembawa thalasemia, maka bisa dilakukan perencanaan genetika agar keturunan tidak menderita thalasemia.

Untuk pengobatan, pertama kita perlu mendiagnosa apakah seseorang benar-benar mengalami thalasemia. Penderita thalasemia mayor biasanya perlu perawatan rutin, seperti transfusi darah yang teratur untuk menjaga kadar hemoglobin dalam tubuh. Selain itu perlu pemeriksaan rutin juga untuk melihat kandungan zat besi dalam tubuh.

Ada dua cara yang bisa dilakukan agar thalasemia sembuh, yaitu transplantasi sumsum tulang belakang dan teknologi sel punca. Penderita thalasemia juga perlu menghindari makanan yang diasinkan, diasamkan, dan makanan produk fermentasi.

Written by Obat Herbal

Obatherbal-murah.com adalah blog informasi kesehatan terutama pengobatan secara alami dan tradisional agar dapat membantu meningkatkan kualitas Kesehatan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cara Mengobati Kanker Serviks Secara Alami

Cara Mengobati Kanker Serviks Secara Alami

Obat Herbal Penyakit TBC Paru-paru Paling Ampuh

Obat Herbal Penyakit TBC Paru-paru Paling Ampuh