Gadis-gadis Ini Meninggal di Usia Muda karena Ditolak Papsmear
in

Gadis-gadis Ini Meninggal di Usia Muda karena Ditolak Papsmear

Gadis-gadis Ini Meninggal di Usia Muda karena Ditolak Papsmear,- Kanker rahim bukan saja bisa menyerang wanita yang sudah menikah dan berusia lebih dari 20-30 tahun. Para wanita muda juga mulai merasakan risiko serupa.

Namun sayangnya karena usia, banyak wanita yang ditolak untuk melakukan papsmear atau pemeriksaan kesehatan sejenis agar terhindari dari kanker serviks. Akibatnya sungguh tragis, mereka harus meregang nyawa di usia muda karena hal ini.

Baca : Kenali Gejala dan Penyebab Kanker Rahim

Berikut beberapa contoh wanita muda yang meninggal karena bibit kanker serviks di tubuh mereka disepelekan begitu saja

1. Mercedes Curnow

Mercedes Curnow

Gejala kanker rahim yang dimiliki Mercedes sudah terlihat sejak usianya 20 tahun. Tapi hal itu sering diabaikan karena dokter tak terpikir Mercedes akan terkena kanker rahim di usia muda. Begitu pula saat Mercedes meminta dilakukan papsmear, dokter juga menolaknya.

Selang satu tahun, gejalanya makin parah, dan dokter baru mendiagnosisnya dengan kanker pada bulan April 2010. Tapi sayangnya hal itu sudah terlambat, 33 sesi radioterapi dan 9 bulan kemoterapi tidak bisa menyelamatkan nyawa gadis asal Cornwall, Inggris itu. Ia meninggal di rumah dalam pelukan ibunya pada 14 Desember 2011.

Untuk mengenang putrinya, sang ibu kemudian mendirikan sebuah yayasan yang aktif mendorong perempuan muda, terutama yang berusia di bawah 25 tahun untuk melakukan pemeriksaan dini jika menemukan gejala kanker pada tubuh mereka. Yayasan ini pun diberi nama sesuai dengan nama putrinya, Mercedes Curnow Foundation.

2. Keely Devine

Keely Devine

Selepas melahirkan putranya, Keely kerap merasakan nyeri dan pendarahan berat. Namun karena usianya saat itu baru 20 tahun, dokter tak yakin itu adalah gejala kanker rahim, dan menolak melakukan papsmear. Tak peduli meski Keely telah mendatangi sang dokter hingga 6 kali, permintaan papsmear tetap saja diabaikan.

Keely pun harus menahan penderitaan selama dua tahun, hingga akhirnya dokter menemukan sebuah tumor berukuran 5 cm x 6 cm x 3 cm yang menutupi leher rahimnya. Kankernya pun telah menyebar ke pinggulnya. Keely akhirnya meninggal pada tahun 2010 setelah sempat dirawat di St James’s Hospital, Leeds.

Dalam masa perawatan itu pula, Devine kerap mengalami beberapa kali nyeri hebat, muntah dan penurunan berat badan

3. Sophie Jones

Sophie Jones

Mulanya Sophie mengeluhkan sakit perut yang luar biasa selama berbulan-bulan, namun dokter malah mengatakan gadis ini mengidap penyakit saluran cerna, yaitu Crohn.

Tak puas dengan jawaban dokter, Sophie meminta agar dilakukan papsmear. Akan tetapi petugas medis yang menanganinya justru menolak karena Sophie dianggap terlalu muda untuk terjangkit kanker serviks. Saat itu usianya baru 19 tahun.

Setelah kondisinya memburuk, barulah pada bulan November 2013, tim dokter menemukan kanker, yang sayangnya juga telah menyebar kemana-mana. Gadis asal Wirral itu akhirnya meninggal pada bulan Maret 2014.

4. Dawn Weston

Dawn Weston

Januari 2014 lalu Dawn baru saja menikahi kekasihnya, Daniel. Namun ia tak bisa berlama-lama merasakan hidup sebagai seorang istri karena meninggal akibat kanker rahim yang telah dideritanya sejak lama. Gejala awal yang dikeluhkan Dawn adalah nyeri yang luar biasa pada punggungnya. Saat itu usianya baru 24 tahun.

Dawn tak tinggal diam. Ia langsung meminta sang dokter agar melakukan papsmear. Namun ia ditolak, lagi-lagi karena dianggap terlalu muda. Papsmear baru didapatkannya beberapa bulan kemudian. Namun Dawn terpaksa memajukan tanggal pernikahannya dengan Daniel agar ia bisa tampil sempurna dalam pesta.

Tiga hari setelah menikah, Dawn mulai diterapi di St Wilfrid’s Hospice, Eastbourne, Inggris. Rambutnya pun rontok, dan wajahnya mulai bengkak, namun Dawn terus berjuang agar bisa mendampingi suaminya. Tapi nasib berkata lain, baru berselang satu tahun pengobatan, Dawn menghembuskan napas terakhirnya.

5. Rachel Sarjantson

Rachel Sarjantson

Sejak awal Rachel sudah curiga dirinya mengidap kanker rahim. Namun karena usianya baru 24 tahun, ia dianggap terlalu muda untuk menjalani papsmear. Apalagi aturan setempat menyatakan papsmear hanya bisa dilakukan oleh mereka yang sudah berusia minimal 25 tahun.

Ketika akhirnya Rachel diperbolehkan menjalani papsmear, semua sudah terlambat. Sel-sel kankernya telah menyebar ke beberapa bagian tubuhnya yang lain, dan ia pun harus segera menjalani histerotomi.

Namun wanita asal Blackpool, Inggris itu hanya merasakan kesembuhan selama beberapa bulan saja. Tak berapa lama, ia dikabari bahwa kankernya kembali dan tubuhnya dianggap terlalu lemah untuk kemoterapi. Rachel akhirnya meninggal pada bulan Agustus 2015, bahkan sebelum ia sempat melangsungkan pernikahan dengan tunangannya.

6. Emma Fisk

Emma Fisk

Beberapa bulan selepas menikah, Emma meninggal dunia di usianya yang baru 25 tahun akibat kanker rahim langka. Awalnya Emma mengunjungi dokter dan berkonsultasi hingga 10 kali karena nyeri perut yang dirasakannya tak kunjung hilang. Oleh dokter, ia disebut mengalami infeksi saluran kemih.

Tak puas, ia meminta agar dilakukan papsmear. Hal ini sempat ditolak mengingat usianya. Tapi setelah membujuk seorang petugas medis, ia akhirnya bisa di-papsmear dan menemukan penyebab nyerinya, yaitu kanker rahim. Sayangnya setelah mendapatkan diagnosisnya, Emma hanya diberi waktu enam bulan untuk hidup.

7. Kirstie Wilson

Kirstie Wilson

Di usia 17 tahun, Kirstie sudah mencurigai ada yang salah dengan tubuhnya. Ia terus memperlihatkan gejala kanker rahim seperti mengalami pendarahan meski tidak sedang haid.

Karena usianya yang masih muda, dokter yang menanganinya cenderung menyepelekan keluhannya. “Dokter hanya mendiagnosis saya dengan infeksi dan growing pains atau nyeri pada tungkai bawah,” tutur Kirstie.

Setelah tiga kali bolak-balik periksa, akhirnya ia baru dirujuk untuk papsmear dan kecurigaan Kirstie terbukti dengan ditemukannya sel-sel abnormal di tubuhnya. Sempat didiagnosis dengan kanker rahim dan menjalani operasi, dua tahun kemudian kanker Kirstie menyerang kembali.

Namun yang kedua ini lebih ganas, karena saat ketahuan, kankernya sudah menyebar ke hati dan limpanya. Gadis asal Kent, Inggris ini akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.

Obat Penyakit Kanker Rahim Herbal Paling Ampuh

Written by Obat Herbal

Obatherbal-murah.com adalah blog informasi kesehatan terutama pengobatan secara alami dan tradisional agar dapat membantu meningkatkan kualitas Kesehatan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makanan yang membuat gemuk

Kenali Daftar Makanan yang Membuat Gemuk

Mengenal Lebih Jauh Vertigo Neuropati

Mengenal Lebih Jauh Jenis Vertigo Neuropati